Potensi Diri Bagi Siswa

No Comment - Post a comment

Potensi Diri Bagi Siswa
Dalam masyarakat yang adil, anak perempuan maupun laki-laki memiliki hak yang
sama, namun kadang-kadang hak-hak anak perempuan akan pelayanan pendidikan
terabaikan. Padahal, pentingnya perempuan yang berpendidikan dalam pembangunan
masyarakat sudah terbukti. Perempuan yang berpendidikan lebih mampu membuat
keluarga mereka lebih sehat, memberikan pendidikan kepada anak, dan terbuka ke-
mungkinan baginya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Seringkali secara tidak sengaja, para guru membedakan siswa perempuan dan laki-
laki dalam proses pembelajaran karena menurut mereka para siswa perlu diperlakukan
secara khusus menurut peran yang didasarkan pada jenis kelamin. Padahal asumsi
tentang peran perempuan dan laki-laki yang dimiliki oleh guru bisa mengakibatkan ketidakadilan dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi siswa laki-laki dan
perempuan.

Tentu saja penting menghargai perbedaan antara anak perempuan dan
laki-laki, asal pembedaan itu tidak mengakibatkan pembatasan terhadap kesempatan
anak perempuan maupun laki-laki dalam mengembangkan potensi mereka.
Dalam kegiatan ini para peserta akan berlatih mengembangkan kepekaan akan ke-
mungkinan adanya budaya dan kegiatan di sekolah/kelas yang mungkin merugikan
anak perempuan dan anak laki-laki.

 

Cerita Mengejar Mimpi

No Comment - Post a comment

Cerita Mengejar Mimpi
Assalamu'alaikum Wr. Wb

SALAM MOTIVASI

Sahabat Blogger yang berbahagia, yang selalu semangat berubah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,,,

TAK ADA KATA MENYERAH BAGI KITA, sebagai insan Tuhan yang diciptakan begitu

sempurna dibandingkan makhluk lainnya...

Yang diberi akal dan hati,,yang bisa memilih jalan hidup : "maju, mundur atau diam ditempat"

Sahabatku, kami sangat tertarik dengan berbagai tayangan media tentang kisah2 orang Indonesia yang SEMANGAT luar biasa, tidak ada kata menyerah,,,

MEREKA BISA, KITA PUN MAMPU,,,

(inspirasi dari Kick Andy TV Show)

Banyak jalan menuju Roma,mungkin ini salah satu pepatah yang bisa menggambarkan mereka-mereka yang punya semangat unutk belajar. Misalnya kisah Winarno, seorang anak yang lahir dari keluarga miskin. Ayahnya seorang informan polisi yang tidak lulus SD dan ibunya seorang tukang pijat yang buta huruf.
Masa sekolah dan kuliah Winarno identik dengan perjuangan keras, dari urusan biaya, fasilitas untuk bersekolah, hingga transfortasi yang cukup jauh. Satu prinsip kuat yang ia yakini saat itu adalah, kalau pintar pasti bisa berhasil. Maka ia pun memompa semangatnya untuk bisa meraih nilai tertinggi. Untuk urusan kuliah, ia menemukan taktik untuk bisa memperoleh sekolah gratis.

Dari seluruh perjuangannya, Winarno kini sudah meraih gelar professor untuk bidang ilmu dan teknologi pangan. Di usianya yang sudah berkepala tujuh, ia masih aktif sebagai Rektor di Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.

Kisah Basuki asal Sragen, lain lagi. Sejak kecil ia disibukan dengan urusan
membantu perekonomian keluarga dari mulai jualan kantong plastik, semir sepatu, atau ngojek paying saat hujan. Kala itu keluarga mereka hijrah ke Ibukota untuk meningkatkan taraf hidup dan malangnya, tidak berhasil. PHK yang menimpa ayahnya, kemudian memaksa keluarga ini kembali ke kota asal mereka, Sragen.

Menjelang masa kuliah, Basuki mulai merambah usaha baru, yakni jadi loper koran. Jadi masa kuliah pun ia jalani sambil berjualan koran dan di waktu luang jadi pedagang asongan.
Pada Januari 2010 lalu, Basuki mendapatkan pengukuhan gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia. Dan kini tercatat sebagai dosen di Universitas Pembangunan Nasional, Yogyakarta.

Dari Yogakarta, ada kisah menarik milik Purwadi. Putra pasangan Ridjan dan Yatinem ini harus bekerja keras sejak kecil agar bisa meneruskan sekolahnya hingga ke bangku kuliah. Ayahnya seorang buruh tani dan ibunya yang penjual bakul sayur, tak memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membiayainya.

Alhasil Purwadi harus pintar-pintar mencari cara. Masa kuliah ia berjualan kantung gandum, menjual majalah bekas, hingga memberi les gamelan. Untuk mengirit biaya buku dan makanan, ia memiliki trik trik khusus semasa kuliah. Perjuangan yang tak kenal lelah telah mengantar Purwadi meraih gelar Doktor Filsafat dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Anda mengenal Saldi Isra? Seorang Ahli Hukum Tata Negara yang cukup menonjol di tanah air. Di usianya yang ke 42 tahun, ia sudah menyandang gelar Profesor Doktor.

Tahukah anda Saldi Isra lahir dari keluarga seperti apa?

“Orang tua saya petani yang buta hurup, dan masa sekolah saya harus dilakukan sambil membantu orang tua membajak sawah,”

Kisah yang penuh spirit juga hadir dari seorang dokter bedah syaraf kaliber dunia, Eka Julianta. Dokter yang telah berhasi melakukan banyak operasi otak dan batang otak ini, kini sering mendapat undangan untuk melakukan presentasi di berbagai Fakultas kedokteran dan symposium di berbagai Negara baik Asia, Afrika, Eropa dan Amerika.

Tapi tahukah anda, bahwa perjuangan Eka, untuk mengejar mimpi dan mewujudkan cita-citanya sebagai dokter, dimulai dengan membantu ibunya menumbuk singkong getuk, dan menjajakannya di sekolah.

Banyak anggapan menilai mereka yang bisa kuliah lagi karena ada dana yang mencukupi. Namun anggapan itu tak selamanya benar. Walau ada dana yang cukup namun jika tidak ada kemauan dan semangat untuk belajar tentunya tidak bisa terwujud.
Atau ada anggapan bahwa untuk mengejar mimpi seperti itu tidaklah realistis dikala himpitan ekonomi menjadi alasan. Memang pendidikan di negeri ini seakan2 memupus orang2 tidak kecukupan untuk bersekolah, namun, lihat masih banyak orang yang hanya bermodal semangat dan kerja keras mampu meraih mimpi itu,,, Semangat mereka dalam menuntut ilmu memang patut diapresiasi.

KEPADA BANGSA INDONESIA, MODAL KITA ADALAH SEMANGAT JUANG DARI DIRI KITA SENDIRI

Semoga menjadi inspirasi sahabat2

 

Tips Mencari Bahan Pelajaran di Internet

No Comment - Post a comment

Tips Mencari Bahan Pelajaran di Internet
Dengan maraknya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar, “melek internet” menjadi keharusan. Pasalnya, jagat maya ini merupakan “gudang informasi” yang boleh dibilang tidak habis-habisnya. Bahkan, informasi yang tersedia terus bertambah setiap hari dalam jumlah yang fantastis.

Tentu saja tak semua data dan informasi tersebut relevan dengan materi yang sedang Anda pelajari. Demikian pula, Anda harus tetap kritis dan berhati-hati sebelum menerima sebuah data dan informasi. Anda harus memastikan bahwa sumber informasi tersebut layak dipercaya dan data yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi yang Anda peroleh di internet pun sebaiknya tidak dipandang sebagai informasi yang paling benar, melainkan untuk menambah wawasan dan memperkaya bahan-bahan yang diperoleh di kampus. Sebaiknya Anda mendiskusikan kembali bahan-bahan yang Anda peroleh dengan dosen dan teman-teman Anda.

Jika Anda belum tahu harus memulai di mana di Internet, Anda dapat mencoba langkah-langkah berikut ini:

1. Pertama, Situs pencari seperti Yahoo atau Google dapat menjadi awal yang baik.

Anda dapat mengetikkan kata kunci dan dalam sekejap link-link yang memuat informasi yang diinginkan akan ditampilkan. Anda dapat berlatih untuk semakin mahir menggunakan situs pencari sehingga pencarian lebih efektif dan tepat sasaran. Yahoo dan Google juga menyediakan direktori atau link khusus untuk pendidikan, yaitu Yahoo! Education dan Google Scholar. Link ini akan memudahkan Anda dalam mencari sumber-sumber informasi dan referensi yang dibutuhkan.

2. Kedua, Forum-forum diskusi, baik berbentuk board atau mailing list (milis) juga sangat bermanfaat.

Jika pencarian tipe pertama bersifat pasif--Anda hanya mencari dan membaca--pada forum diskusi Anda dapat aktif bertanya. Di milis-milis tertentu bahkan Anda dapat berinteraksi langsung dengan para pakar. Milis atau forum biasanya juga telah dipilah-pilah berdasarkan topik tertentu. Jadi, jika Anda tertarik pada politik Indonesia, Anda dapat mengikuti mailing list yang membahas topik tersebut.

3. Ketiga, Situs-situs lembaga pendidikan, terutama yang berbasis di luar negeri.


Mereka ini lazimnya telah melengkapi situsnya dengan silabus dan semacam perpustakaan elektronik yang memuat banyak terbitan ilmiah yang bermanfaat.

Masih banyak lagi sumber informasi yang bisa digali di internet. Kebiasaan berselancar (surfing) akan membuat Anda lebih memahami bagaimana memperoleh informasi yang dibutuhkan

Source:Inspiratorial Kompas 19 Juni 2008, Picture: gradesgrowtutors.com

 

Mengembangkan Potensi Diri Bagi Siswa

No Comment - Post a comment

Mengembangkan Potensi Diri Bagi Siswa
Pendidikan yang bermutu mengembang-
kan potensi diri setiap anak untuk men-
jadi individu yang mandiri dan berguna
bagi masyarakat. Dalam Undang Undang
Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan Undang-
Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5
dinyatakan bahwa setiap warga negara
mempunyai kesempatan yang sama un-
tuk memperoleh kesempatan dalam pen-
didikan.
Ini berarti bahwa institusi pendidikan ha-
rus memperhatikan hak setiap anak untuk
mendapatkan pendidikan yang berkua-
litas tanpa membedakan latar belakang
anak dari segi agama, ras, golongan,
kelas sosial, kemampuan akademik, je-
nis kelamin dan sebagainya.

Pendidikan yang memberikan kesempatan kepada
semua anak disebut sebagai pendidikan inklusif. Pendidikan Inklusif (PI) merupa-
kan suatu proses pembelajaran yang me-respons beragam kebutuhan pendidikan
siswa melalui peningkatan partisipasi dalam belajar, dan menghindari peng-
abaian (eksklusi, exclusion) dari sistem pendidikan. Salah satu isu dalam pemberian kesempatan pendidikan yang adil adalah
masalah pemberian kesempatan pada anak laki-laki dan perempuan.

 

Panduan Menulis dan Mempresentasikan Karya Ilmiah: Thesis, Tugas Akhir, dan Makalah
Sebagai seorang dosen, saya sering harus menilai thesis, laporan tugas akhir,
makalah, dan tulisan ilmiah lainnya. Namun sayangnya banyak sekali mahasiswa yang tidak tahu cara menulis karya ilmiah ini. Biasanya yang saya lakukan adalah memberi catatan di pinggir tulisan atau memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk menjelaskan kesalahannya.

1 Hal ini berulang terus dan makin sering. Capek juga! Untuk itulah saya menulis tulisanini. Harapannya adalah mahasiswa dapat mengetahui kesalahannya sehing-
ga mengurangi beban saya dalam memperbaiki tulisan tersebut.

Perkembangan teknologi komputer mempermudah orang dalam menulis dengan adanya (word processor). Namun banyak mahasiswa (dan juga dosen!) yang menggunakan word processor sebagai layaknya mesin ketik.

Dia tidak tahu bahwa dokumen itu memiliki struktur paragraf, seperti “title”, “heading”, “normal text”, dan seterusnya. Ketika saya buka berkas tulisannya, semuanya campur aduk dan tidak konsisten. Font berubah dimana-mana, margin berbeda, dan seterusnya. Hal ini merepotkan jika kita ingin mengubah layout sesuai dengan format yang diterapkan oleh journal tertentu. Ini salah satu contoh tools digunakan tanpa mengetahui cara penggunaannya yang benar.

Sebetulnya saya sendiri juga tidak terlalu jagoan dalam menulis. Dapat anda bayangkan bila saya katakan bahwa tulisan yang saya evaluasi lebih buruk dari tulisan saya! Kata sebuah iklan: “Oh seraaaam...”. Tulisan ini difokuskan kepada permasalahan penulisan karya ilmiah. Jadi dia terfokus kepada layoutnya, bukan kepada masalah isi (content) dari tulisan itu sendiri.

Tentang isi, tentunya anda sebagai penulis yang lebih mengetahui. Kecuali jika pekerjaan yang anda tulis tersebut bukan pekerjaan anda. (Jika benar demikian, maka masalahnya ternyata lebih besar dari sekedar penulisan. Celaka pendidikan kita!)

*Saya memang agak cerewet dalam format tulisan. Menulis yang baik membutuhkan waktu. Itulah sebabnya saya beritahukan kepada mahasiswa bimbingan saya bahwa siapkan waktu minimal 3 bulan untuk menuliskan thesis atau laporan tugas akhir. Jika tidak bersedia, silahkan pilih pembimbing yang lain.

Tulisan ini juga tidak membahas tentang metoda penelitian. Silahkan gunakan referensi lain untuk masalah ini.

Tulisan ini juga tidak membahas tentang metoda penelitian. Silahkan
gunakan referensi lain untuk masalah ini.

Sumber rujukan dari tulisan ini diperoleh dari berbagai sumber, seperti misalnya [1]. Sumber on-line antara lain:

• George D. Gopen dan Judith A. Swan, “The Science of Scientific Writ-
ing” 2. http://www.research.att.com/˜ andreas/sci.html
Jika anda mengetahui sumber lain yang layak dijadikan acuan, mohon saya
diberitahu. (Dan lebih bagus lagi kalau saya dibelikan buku tersebut. Senyum
:-) )

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan siapa saja yang ingin membuat tulisan ilmiah. Komentar, koreksi, dan saran mohon diteruskan kepada saya melalui email.

Catatan: Tulisan ini sebenarnya (sangat) belum selesai. Namun saya sediakan untuk dibaca sesegera mungkin karena banyak mahasiswa yang sudah sangat membutuhkannya. Setup dari L ATEX yang saya gunakan juga belum benar sehingga pemenggalan kata-kata dalam bahasa Indonesia masih kacau. Maklum, sudah lama saya tidak menggunakan sistem ini.

Terimakasih untuk Dikshie dikshie@ppk.itb.ac.id atas perbaikan dari tulisan. Jika anda mendapatkan tulisan ini dalam bentuk tercetak (misalnya fotocopy-an), anda dapat mengambil aslinya dari:

http://budi.insan.co.id/books/thesis/
Bandung, Juli 2002 - April 2003.

Budi Rahardjo
Institut Teknologi Bandung br at paume.itb.ac.id
budi at indocisc.com